Penulis: Iwan Ridwan, S.Ud

Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, padanya dilipatgandakan amal-amal kebaikan, disyariatkan amal-amal ibadah yang agung, di buka pintu-pintu surga dan di tutup pintu-pintu neraka

Oleh karena itu, bulan ini merupakan kesempatan berharga yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan ingin meraih ridha-Nya.

Dan karena agungnya keutamaan bulan suci ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum akan kedatangan bulan yang penuh berkah ini.

Sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya, “Telah datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, Allah mewajibkan kalian berpuasa padanya, pintu-pintu surga di buka pada bulan itu, pintu-pintu neraka di tutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung)”.

Imam Ibnu Rajab, ketika mengomentari hadits ini, beliau berkata, “Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa (dan ingin bertobat serta kembali kepada Allah Ta’ala) tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang berakal tidak gembira ketika para setan dibelenggu?”

Apa yg saja yang mesti dipersiapkan ?

1. Berdo’a agar disampaikan pada bulan Ramadlan.
اللَّهمَّ بارِكْ لَنا في رجبٍ وشعبانَ وبلِّغنا رمضانَ

الراوي: أنس بن مالك • النووي، الأذكار للنووي (٢٤٥) • إسناده فيه ضعف • أخرجه الطبراني في ((المعجم الأوسط)) (٣٩٣٩)، وأبو نعيم في ((حلية الأولياء)) (٦/٢٦٩)، والبيهقي في ((شعب الإيمان)) (٣٨١٥).

“Ya Alloh berkahilah kami di bulan rojab, dan sya’ban, dan sampaikan lah kami ke bulan romadlan”. (HR. Anas bin malik, sanadnya dhoif)

2. Berdo’a agar diselamatkan dan ditetapkn ganjaran.

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif al Ma’arif, hlm. 264)

3. Membiasakan shaum sunnat di bulan sya’ban.

– «يا رَسولَ اللهِ رَأيْتُك تَصومُ شَعْبانَ صَوْمًا لا تَصومُه في شيءٍ مِن الشُّهورِ إلّا في شَهْرِ رَمَضانَ؟ قالَ: ذاك شَهْرٌ يَغفُلُ النّاسُ عنه بَيْنَ رَجَبٍ وشَهْرِ رَمَضانَ، تُرفَعُ فيه أعْمالُ النّاسِ، فأُحِبُّ ألّا يُرفَعَ عَمَلي إلّا وأنا صائِمٌ».
الراوي: أسامة بن زيد • الضياء المقدسي، الأحاديث المختارة (١٣١٩) • أورده في المختارة وقال [هذه أحاديث اخترتها مما ليس في البخاري ومُسلِم

“Ya Rosululloh Saw, kenapa aku melihat engkau shaum di bulan sya’ban tidak sebagaimana shaum di bulan lainnya ? Rosul Saw menjawab; bulan sya’ban adalah bulan saat orang orang lalai, yaitu antara rojab dan ramadlan, bulan sya’ban adalah saat angkat amal amal kepada Alloh SWT, maka ingin sekali amalku diangkat sedang aku dalam keadaan shaum”.