Pesantren Persis 3 Pameungpeuk, yang hari ini menjadi Pesantren Persatuan Islam dengan jumlah santri terbanyak di seluruh Indonesia. Menyimpan banyak kisah perjuangan, mulai dari kegigihan dan kesabaran para founding father yang kemudian diteruskan perjuangannya oleh generasi-generasi berikutnya. Pesantren Persis yang ketiga, bukan tanpa aral rintangan dan cobaan.

Pesantren Persatuan Islam yang ketiga ini, didirikan pada tahun 1946 oleh Ajengan Harun. Beliau sebetulnya mulai merintis pendidikan keagamaan untuk tingkat Diniyah Ula di rumahnya, pada tahun 1940. Meski perjuangannya cukup getir, namun masyarakat sekitar justru menyambutnya dengan baik, sesuai dengan perkembangan harokah tajdid dari Persatuan yang dikembangkan di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung kala itu. Dua tahun kemudian lokasi pendidikan berpindah ke Masjid An-Nuur. Namun tidak juga mencukupi, atas kebaikan dari Kepala SR Pameungpeuk 1 anak-anak pesantren supaya menempati kelas-kelas di sekolah tersebut pada sore hari. Kebetulan sebagian besar dari mereka juga bersekolah di SR tersebut pada pagi harinya, kemudian di atas tanah miliknya di tepi jalan Raya Pameungpeuk –Banjaran Ajengan Harun mendirikan pesantren tiga lokal.

Para santri yang menimba ilmu di pesantren Persis 3 Pameungpeuk tersebut bukan saja penduduk desa tersebut, melainkan berdatangan dari desa-desa di sekitar Kecamatan Pameungpeuk. Maka antara tahun 1946-1960 hampir di setiap desa di Pameungpeuk mendirikan pesantren-pesantren pengembangan dari pesantren Persis 3 ini. Tercatat hingga tahun 2006 di kecamatan Pameungpeuk ada 15 pesantren persis yang tersebar hampir di setiap desanya di bawah naungan PC Persis Pameungpeuk.

Sekitar tahun 1960, Ajengan Harun memerlukan tanahnya yang dipakai pesantren, maka untuk sementara waktu pihak PC Persis Pameungpeuk bersama dengan Ajengan Harun dan keluarganya memindahkan lokasi pesantren ini ke tanah wakaf di depan Masjid Jami An-Nur milik Persis Pameungpeuk. Pada tahun 1967, warga jamiyyah merasa perlu untuk mendirikan tingkat Tsanawiyah, maka pimpinan cabangnya menggerakan anggota dan simpatisan untuk bersama-sama melakukan pembebasan tanah wakaf untuk pendirian Pesantren tersebut.

Tahun 1968, berdirilah pesantren persis tingkat Tsanawiyah dengan memakai lokasi sementara di SD Pameungpeuk II selama 2 tahun. Baru kemudian mulai tahun 1970, di atas tanah seluas 50 x 50 meter persegi, tepat di depan pesantren lama yang berdiri diatas tanah milik Ajengan Harun berpindahlah ke Lokasi yang baru sampai sekarang.

Pada tahun 1996, pengembangan tanah wakaf pesantren di belakang sebelah timur seluas 30 x 80 meter persegi yang pada tahun 2002 Pimpinan Daerah Persis Kab. Bandung meminta untuk mendirikan kantor di atas tanah tersebut. Maka berdirilah kantor Pimpinan Daerah Kabupaten Bandung. Selanjutnya pada tahun 2003, barulah didirikan lokasi dua Pesantren Persis 3 Pameungpeuk untuk tingkat Mualimien.

Awal-awal pendiriannya di zaman kemerdekaan, menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi generasi penerusnya. Jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, secara infrastruktur nampak terlihat sangat kontras. Namun, perjuangan para pendahulu dan para Tokoh Persis Pameungpeuk dalam membangun pesantren ini, tak akan mampu dilupakan oleh generasi-generasi berikutnya. Adapun beberapa nama pengurus Pesantren ini diantaranya;

  • 1946-1970 : KH Moh. Idris, KH. M Toha, KH. Kholil Abdurohman, Abas,
    Endong Natamidjaya
  • 1970-1990 : KH.Ugem Natamidjaya, KH. Drs. Zaenudin,
    Abdul Hamid, KH. Isep Saefudin
  • 1990-2005 : Ust Drs.H Saeful Aziz, Ust.Drs Kosim Kusnadi, Ust.Aminudin Husen,
    O Muklisin, Ust. Munir Thohir, Ust H. Deni Solehudin, M.SI ,
    Ust.Ridwan Nasrudin, M.Pd, Ust. Ma’mun Murod, Ust. Encang
    Saefudin, M.Pd, Drs. Ahmad Kosasih, Latif Nasharudin, ST.MM.

Pesantren yang letaknya sangat strategis di pusat kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung ini, kini telah menjadi salah satu Pesantren Persis favorit di Jawa Barat. Kini, jumlah santrinya sudah mencapai ribuan. Tingkat Diniyyah ada 6 kelas dengan jumlah santri mencapai 150 orang. Adapun santri tingkat Tsanawiyyah sudah mencapai 1180 dan Mualliminnya sudah mencapai 480 orang santri. Jika ditotalkan ada sekira 1810 orang santri.

Potret Bangunan Pesantren Persis tingkat Tsanawiyyah pada tahun 2005,
ketika masa kepemimpinan Ust Drs.H Saeful Aziz.

 

Transformasi Pesantren tingkat Tsanawiyyah

Pada masa kepemimpinan mudir MTs Persis 3 Pameungpeuk tahun 2011 hingga 2019, Ust Ridwan Nasharudin, M.Pd, melakukan beragam transformasi. Mulai dari struktur SDM Pesantren, pengelolaan kegiatan dan potensi santri hingga ke pembangunan gedung baru. Visi beliau dalam membangun pesantren ini, membuahkan hasil yang manis. Pada tahun 2017, berlokasi di Kp. Pasar RT.01/RW.01 Desa Langonsari Kecamatan Pameungpeuk Kab.Bandung, gedung baru untuk kampus 2 MTs Persis 3 Pameungpeuk resmi dibangun.

Potret Awal Pembangunan Gedung Kampus 2, turut dikunjungi oleh ketua umum PP Persis,
KH. Aceng Zakaria, Februari 2017.

Potret Kampus 1 yang berlokasi di Jl. Raya Banjaran No. 447 Pameungpeuk RT.01.RW.04 Desa Langonsari Kec.Pameungpeuk, sekitar 300 meter sebelum kampus 2.

 

Prestasi 2 Tahun Terakhir (2024-2025)

Telah banyak prestasi yang ditorehkan dan diraih oleh para santri MTs Persis 3 Pameungpeuk dari tahun ke tahun. Setidaknya yang tercatat 2 tahun ini;

  • Juara 3 Kategori Pelajar SMP/MTs Musabaqah Tilawah Al-Quran tingkat Kabupaten Bandung – Ajang Kreasi Seni Islami (AKSI) Mathlaul Huda 2024

  • Juara 1 Kategori Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten Bandung – Ajang Kreasi Seni Islami (AKSI) Mathlaul Huda 2024

  • Juara 1 Kejuaraan Karate – Piala Forki Jawa Barat 2024

  • Juara 3 Kejuaran Karate tingkat Internasional 2nd Dasril Muchtar Cup 2024

  • Juara 3 Lomba Pildacil se-Bandung Raya – Penerbit Erlangga 2024

  • Juara 2 Olimpiade Nahwu tingkat MTs se-Kabupaten Bandung – Markaz Al-Ittihad 2024

  • Juara 1 Kejuaraan “Eastern Boxing Series” – KNPI Kabupaten Bandung 2024

  • Juara 1 Karate Sirkuit 3 Provinsi Jawa Barat – STKIP Pasundan Cup VI 2024

  • Juara 3 English Competition Bidang Story Telling Tingkat Kabupaten Bandung – UNIBBA 2024

  • Juara 2 Lomba Basket GOSM KKM III Kemenag Kabupaten Bandung 2024

  • Juara 1 Tahfidzul Quran GOSM KKM III Kemenag Kabupaten Bandung 2024

  • Juara 1 Pidato Bahasa Arab GOSM KKM III Kemenag Kabupaten Bandung 2024

  • Juara 1 Lomba Indonesia Run Beautiful 11 KM Bali (tingkat Provinsi Bali) 2024

  • Juara 1 Virtualstreet Provinsi Jawa Barat Kategori Running 7KM – Race Walk Indonesia 2024

  • Juara 1 Karate Open Championship Piala Kejati Jawa Barat 2024

  • Juara 1 Fighting System Putri U-16 kelas -48 kg Jujitsu Tingkat Nasional – PBJI Kota Depok 2024

  • Juara 1 Kategori Pelajar – Ajang Kejuaraan Jalak Hockey Cup 2024

  • Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab – Olympiad of New Year Gypem Indonesia 2024

  • Juara 2 Kata Beregu Putra – Liga Karate Antar Pelajar se-Jawa Barat 2025

  • Juara 1 Pertandingan Silat Seni Tunggal – Paku Bumi Open Championship 2025

  • Juara Harapan Bina 2 Pramuka LKBB Tingkat MTs/SMP Se-Jawa Barat 2025

  • Juara 1 Kejuaraan Taekwondo ITN Open VIII se-Jawa Barat 2025

  • Juara 1 Ketegori Fighting System – Open Turnamen Ju-Jitsu Pelajar Piala Wali Kota Sukabumi 2025

  • Juara 1 Sepak Bola – Piala Menpora Regional Bandung 2025

  • Juara 2 Sepak Bola kategori U-14 – Turnamen Madani Cup 2025

  • Juara 2 Jujitsu Tingkat Pelajar – Open Provinsi Banten 2025

Dalam konteks sejarah dan kemajuan Pesantren Persis 3 Pameungpeuk ini, tak terlepas pula dari peranan para alumninya. Mereka tersebar ke berbagai lembaga pemerintahan, swasta, perusahaan, komunitas, dan banyak pula yang sukses di bidang wirausaha. Para alumni tak hanya mengenalkan nama Pesantren ini, ada banyak bentuk kontribusi mereka terhadap almamaternya. Diantaranya ada yang rutin infaq, ada yang mewakafkan harta dan asetnya, hingga sampai menyekolahkan anak dan cucunya ke Pesantren Persis 3 Pameungpeuk. Pencapaian-pencapaian memuaskan itu sejatinya karunia dari Allah, atas keikhlasan dan kesabaran para founding father, para tokoh, asatidz, warga jamiyyah hingga kebaikan para alumninya. Semoga Allah memberkahi ikhtiar perjuangan tarbiyyah ini. [/draft]