Penulis: Ustaz Iwan Ridwan, S.Ud

1. السعادة في الاخرة

Allah SWT berfirman:

يَوۡمَ يَأۡتِ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ ۚ فَمِنۡهُمۡ شَقِيّٞ وَسَعِيدٞ

“Di kala datang hari itu tidak dapat berbicara seorang pun melainkan dengan izin-Nya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.”
(QS. Hud 11: Ayat 105)

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُواْ فَفِي ٱلنَّارِ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَشَهِيقٌ
“Adapun orang-orang yang celaka, maka tempatnya di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan jeritan dan rintihan.”
(QS. Hud 11: Ayat 106)

خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Rabbmu menghendaki yang lain
Sesungguhnya Rabbmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”
(QS. Hud 11: Ayat 107)

Allah SWTberfirman:

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيۡرَ مَجۡذُوذٍ
“(Adapun orang-orang yang berbahagia) dapat dibaca sa`iduu atau su`iduu (maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali) melainkan (jika Rabbmu menghendaki) penafsirannya seperti apa yang telah dikemukakan pada ayat terdahulu yang hal ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu (sebagai karunia yang tiada putus-putusnya) tidak pernah terputus, dan penakwilan yang terdahulu itulah penakwilan yang paling kuat karena ia terlepas dari pengertian yang dipaksakan. Akhirnya hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui akan maksud-Nya.”
(QS. Hud 11: Ayat 108)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيۡرَ مَجۡذُوذٍ
“(Adapun orang-orang yang berbahagia) dapat dibaca sa`iduu atau su`iduu (maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali) melainkan (jika Rabbmu menghendaki) penafsirannya seperti apa yang telah dikemukakan pada ayat terdahulu yang hal ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu (sebagai karunia yang tiada putus-putusnya) tidak pernah terputus, dan penakwilan yang terdahulu itulah penakwilan yang paling kuat karena ia terlepas dari pengertian yang dipaksakan. Akhirnya hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui akan maksud-Nya.”
(QS. Hud 11: Ayat 108)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيۡرَ مَجۡذُوذٍ
“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Rabbmu menghendaki sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”
(QS. Hud 11: Ayat 108)

2. متاع في الدنيا

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفۡسٍ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ ۗ وَمَا ٱلۡحَيَٰوةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ

“Setiap diri akan merasai kematian dan hanya pada hari kiamatlah pahalamu disempurnakan، Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung، Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan semata.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 185)

3. Hidup menghidupkan ?

السَّعادةُ كلُّ السَّعادةِ طولُ العُمرِ في طاعةِ اللهِ
الراوي: عبدالله بن حنطب • العراقي، تخريج الإحياء للعراقي (٥/٢٨) • من رواية ابن لهيعة عن ابن الهادي عن المطلب عن أبيه ووالد المطلب عبد الله بن حوطب مختلف في صحبته • أخرجه القضاعي في ((مسند الشهاب)) (٣١٢ )، والديلمي في ((الفردوس)) (٣٥٦٦ )، وابن عساكر في ((تاريخ دمشق)) (٣٥/ ٣٤٠)

إذا مات ابنُ آدمَ انقطع عملُه إلا من ثلاثٍ: صدقةٍ جاريةٍ ، أو علمٍ يُنتفَعُ به ، أو ولدٌ صالحٌ يدعو له
الراوي: [أبو هريرة] • ابن باز، مجموع فتاوى ابن باز (٣٤٠/٤) • [ثابت] • أخرجه مسلم (١٦٣١)، وابن أبي الدنيا في ((النفقة على العيال)) (٤٣٠) واللفظ له. • شرح حديث مشابه