Titik balik perubahan terbaik di usia muda
Menemukan ketenangan sejati di masjid.
HP dan dunia digital kini bukan sekadar alat komunikasi. Ketika penggunaannya berlebihan, yang perlu dikhawatirkan bukan hanya durasi layarnya — melainkan apa yang terjadi pada karakter dan adab anak ketika HP mulai lebih penting daripada orang tua, kewajiban, ibadah, dan kehidupan nyata.
Bukan sekadar soal berapa lama HP digunakan
Jika tidak dikendalikan, penggunaan HP yang berlebihan dapat perlahan memengaruhi sikap dan kebiasaan anak. Yang lebih perlu dikhawatirkan adalah karakter dan adabnya — bukan hanya jam yang dihabiskan di depan layar.
01Sulit mendengar ketika dipanggil orang tua
02Menunda kewajiban
03Mudah marah ketika HP dibatasi
04Membantah nasihat
05Berbohong demi waktu bermain HP
06Mengurangi interaksi dengan keluarga & lingkungan
Sebuah momentum untuk berhenti sejenak
Diperlukan momentum untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, membangun kembali kebiasaan baik, dan menghadirkan lingkungan yang positif bagi anak-anak. Enam hal ini yang dituju — tekan tiap simpul untuk membacanya.
Refleksi kebiasaan
Membantu santri melakukan refleksi terhadap kebiasaan dan pergaulan sehari-hari.
Yang akan membersamai santri
Ust Ade Samsu Hiayat
Pakar dan berpengalaman menangani masalah masalah sosial
Ust Rahmat Saefullah
Guru BK Santri RG MTs Persis 3 Pameungpeuk
Ust Taufik Ginanjar
Wakamad Kesantrian RG MTs Persis 3 Pameungpeuk
Menuju hari pelaksanaan
Pukul 16.30 s.d. 06.00, berlangsung dari sore hingga menjelang subuh — mencakup pembinaan, refleksi, dan kebersamaan di masjid.
Kampus 1 — menjadikan masjid sebagai tempat menemukan ketenangan, bukan sekadar tempat singgah.
Ust Ade, Ust Rahmat, dan Ust Taufik membersamai sepanjang kegiatan.
Perubahan perilaku anak tidak cukup hanya dengan melarang HP
Anak membutuhkan pendampingan, teladan, lingkungan yang sehat, dan pengalaman yang membuat mereka menyadari sendiri bahwa ada kehidupan yang jauh lebih bermakna daripada sekadar layar. Semoga Circle Baik menjadi ikhtiar bersama antara madrasah, orang tua, dan anak menuju pribadi yang lebih tenang, beradab, bertanggung jawab, dan dekat dengan Allah.
"Mari kita bantu anak-anak menemukan kembali dunia nyata, menemukan lingkungan yang baik, dan menemukan ketenangan sejati di masjid."